Malinau Kota- Sop Konro , masakan khas Makassar yang hari ini menjadi santapan spesial untuk relawan. Aroma rempah dan kaldu sapi yang gurih menyebar di sekitar halaman Masjid An-Nurn Malinau, menyatu kesunyian pagi di hari kedua Idul Adha, Sabtu (7/6/2025). Bau sedap itu seolah menjadi alarm alami bagi 65 panitia kurban yang telah bekerja keras sejak subuh. Di sudut pintu masuk masjid, beberapa ibu-ibu sibuk mengatur meja panjang. Di atasnya, puluhan mangkuk berjejer rapi, siap diisi dengan hidangan istimewa
Panitia Kurban yang Tak Kenal Lelah
Sejak pukul 07.30 WITA, para panitia sudah disibukkan dengan prosesi penyembelihan 12 hewan kurban—9 ekor sapi dan 3 ekor kambing. Tugas mereka berat: mulai dari menyembelih, menguliti, memotong, hingga membagi daging ke dalam ratusan paket untuk warga. Pekerjaan ini menguras tenaga, dan perut yang keroncongan menjadi pertanda bahwa mereka membutuhkan asupan energi dengan segera.
Suara gemerincing piring, sendok, dan wajan yang saling bersentuhan menjadi pengiring musik yang dinanti. Sebentar lagi, para panitia akan menikmati hidangan hangat yang disiapkan dengan penuh cinta oleh sekelompok ibu rumah tangga.
Sop Konro, Hadiah Istimewa dari Dapur Sukarela
Di balik kelezatan hidangan hari ini, ada sosok Susana , seorang ibu rumah tangga sekaligus pemilik Warung Mama Kinan di Malinau Kota. Namanya cukup dikenal di kalangan pecinta kuliner lokal, terutama karena keahliannya membuat Sop Konro —hidangan berkuah cokelat pekat dengan rempah khas Sulawesi Selatan, berbahan dasar iga sapi.
Selain menjalankan usaha warung makan, Susana juga dipercaya menyajikan hidangan di acara-acara penting kabupaten, termasuk di rumah dinas Bupati Malinau, Wempi W. Mawa , dan Sekretaris Daerah Ernes Silvanus , seperti saat Natal tahun lalu.
Hari ini, bersama lima ibu-ibu lainnya, Susana dengan sukarela memasak untuk para panitia kurban. “Menu utama kita hari ini, Sop Konro. Spesial untuk panitia kurban Masjid An-Nur, disiapkan 65 porsi. Alhamdulillah ini dilakukan dengan sukarela,” ujarnya sambil tersenyum, ditemui TribunKaltara di sela kesibukannya.

Baca Juga : Prabowo Resmikan Kantor DPD Gerindra di Banten
Tradisi Baru yang Menghangatkan
Ini adalah tahun pertama Sop Konro disajikan untuk panitia kurban di Masjid An-Nur. Biasanya, hidangan yang disuguhkan lebih sederhana—nasi kotak dengan lauk ayam atau rendang. Namun, kali ini berbeda.
Setiap porsi berisi iga sapi tambahan dan potongan daging segar yang baru saja diolah. Kuahnya yang kaya rempah—bercampur bawang merah, bawang putih, lengkuas, serai, dan kluwek—memberikan kehangatan sekaligus mengembalikan energi yang terkuras setelah berjam-jam bekerja.
“Kami sengaja memilih menu ini karena butuh tenaga ekstra untuk panitia. Sop Konro itu mengenyangkan dan bikin semangat lagi,” jelas Susana.
Gotong Royong yang Menyatukan
Aksi Susana dan teman-temannya bukan sekadar urusan memasak. Ini adalah bentuk kebersamaan dan kepedulian di hari raya. Sementara para lelaki sibuk membagi daging kurban, para perempuan mengambil peran dengan menyiapkan makanan terbaik untuk mereka.
“Ini bentuk terima kasih kami. Mereka bekerja keras, kami pun ingin membantu semampu mungkin,” ujar salah satu ibu yang turut membantu.
Di tengah keramaian-pikuk Idul Adha, aroma Sop Konro dan tawa para panitia yang menikmati hidangan menjadi bukti bahwa berbagi kebahagiaan tak harus dengan hal besar . Kadang-kadang, secangkir kuah hangat dan daging empuk pun cukup untuk mengobati lelah dan mempererat tali silaturahmi.
Penutup: Semangat Idul Adha yang Terasa di Setiap Gigitan
Idul Adha bukan hanya tentang penyembelihan hewan kurban, tetapi juga tentang keikhlasan, kerja sama, dan rasa syukur . Di Malinau, semangat itu terwujud dalam panitia yang tak kenal lelah, ibu-ibu yang rela bangun pagi untuk memasak, dan hidangan lezat yang disajikan dengan tulus.
Mungkin tahun depan, tradisi ini akan berlanjut. Siapa tahu, Sop Konro akan menjadi menu wajib setiap Idul Adha di Masjid An-Nur—sebagai simbol bahwa berbagi kebahagiaan bisa dimulai dari hal sederhana, seperti menyajikan sop hangat yang penuh rempah dan cinta.
Selamat Hari Raya Idul Adha 1446 H. Semoga berkah dan kebersamaan seperti ini terus mengalir di tengah masyarakat Malinau.













