Malinau – Bappeda Litbang Kaltara Matangkan Pemprov Kaltara mulai menggerakkan proses penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027. Langkah ini ditandai dengan telah dilaksanakannya orientasi penyusunan RKPD oleh Bappeda Litbang Kaltara pada Senin (8/12/2025).
Kepala Bappeda Litbang Kaltara, Bertius, mengatakan orientasi ini menjadi pijakan pertama sebelum perangkat daerah masuk pada tahap penyusunan dokumen secara menyeluruh. Menurutnya, penyamaan persepsi sejak awal sangat menentukan hasil akhir perencanaan.
“Orientasi ini kita gelar supaya semua perangkat daerah berada pada frekuensi yang sama, baik soal aturan, arah kebijakan nasional, maupun hal teknis di lapangan,” ucap Bertius saat ditemui usai kegiatan, Senin (8/12/2025).
Bertius menjelasakan, penyusunan RKPD tidak dilakukan secara tiba-tiba, melainkan melalui rangkaian proses yang harus dilalui, diantaranya yakni pembentukan tim, penyiapan data, penyusunan agenda, hingga penyusunan rancangan awal sebelum akhirnya masuk ke tahap Musrenbang dan penetapan.
“Semua tahapan itu harus dilakukan secara runtut. Data, evaluasi, dan analisis di tahap awal sangat menentukan kualitas dokumen yang kita hasilkan,” sebut Bertius.
Baca Juga : YKAN dan Tribun Kaltara Gelar Diskusi Pengelolaan Perkebunan Berkelanjutan di Kalimantan Utara

Dalam hal ini, RKPD 2027 diwajibkan selaras dengan RPJMN 2025–2029 dan RKP 2027. Di tingkat daerah, dokumen tersebut merupakan pelaksanaan tahun ketiga RPJMD Kaltara 2025–2029.
“Tahun 2027 membawa tema pembangunan mengenai pemerataan wilayah, penguatan karakter SDM, dan peningkatan nilai tambah ekonomi. Jadi fokusnya harus benar-benar pada sektor yang langsung menyentuh kepentingan masyarakat,” tuturnya.
Pihaknya juga menekankan bagi seluruh perangkat daerah untuk tidak menunda segala persiapan.
“Kita ingin semua perangkat daerah bergerak serempak. Perencanaan yang baik itu lahir dari kerja sama, bukan dari satu-dua pihak saja,” tuturnya.
Dengan pelaksanaan orientasi ini, Bappeda Litbang berharap penyusunan RKPD 2027 berjalan lebih matang dan menghasilkan kebijakan yang berdampak nyata bagi masyarakat.
2027 membawa tema pembangunan mengenai pemerataan wilayah, penguatan karakter SDM, dan peningkatan nilai tambah ekonomi. Jadi fokusnya harus benar-benar pada sektor yang langsung menyentuh kepentingan masyarakat,” tuturnya.
Bappeda Litbang Kaltara, Bertius, mengatakan orientasi ini menjadi pijakan pertama sebelum perangkat daerah masuk pada tahap penyusunan dokumen secara menyeluruh. Menurutnya, penyamaan persepsi sejak awal sangat menentukan hasil akhir perencanaan.













